Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada
rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu” (Qs. Muhammad:
33).
Ia juga berfirman:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling
maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat
Allah) dengan terang” (Qs. At Taghabun: 12).
Allah Ta’ala juga berfirman:
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ
إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ
وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Jika kamu berlainan pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya.” (QS. An Nisa: 59).
Ayat-ayat ini menegaskan wajibnya
kita sebagai hamba Allah untuk mengikuti dalil, yaitu firman Allah dan
sabda Rasul-Nya. Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan: “Allah Ta’ala
memerintahkan kaum mu’minin dengan suatu perkara yang membuat iman
menjadi sempurna, dan bisa mewujudkan kebahagiaan bagi mereka di dunia
dan akhirat, yaitu: menaati Allah dan menaati Rasul-Nya dalam
perkara-perkara pokok agama maupun dalam perkara cabangnya. Taat artinya
menjalankan setiap apa yang diperintahkan dan menjauhi segala apa yang
dilarang sesuai dengan tuntunannya dengan penuh keikhlasan dan
pengikutan yang sempurna” (Taisir Karimirrahman, 789).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar